How to create a module in Drupal 6
14 Dec 2011 Leave a Comment
in Computer Science Tags: drupal
This is the simplest way to create a module in drupal 6.
- Create a folder, the folder name will be a module name (eg:hanum)
- Create file *.info inside the folder. The file *.info must be same with the folder name (eg:hanum.info). This is a simple example code inside hanum.info
; $Id: hanum.info
name = Hanum
description = everything about hook
version = VERSION
core = 6.x
- Create file *.module inside the folder. The file *.module must be same with the folder name (eg:hanum.module). The simplest code inside file *.modul is only “<?php”. Don’t put the closing code “?>” because it may produces error.
- Install drupal. Don’t know how to install it ??? Download Drupal 6 on drupal.org -> extract it -> read install.txt (I don’t need to explain anymore).
- Locate your module (your folder with *.info and *.module inside) in your drupal in sites/all/modules. If the modules folder doesn’t exist, you need to create it first.
- Open your web browser, open your drupal, chose Administer -> Site building -> Modules.
- Search your module, because in file *.info “name= Hanum” the module name will be indicated as Hanum (eventhough your real module name is hanum, h with lowercase).
- Check list your module then click Save configuration.
- Finish.
You won’t see anything, because there is no code inside your *.module hahaha…… like I said before. This is the simplest way. Don’t be mad.
Manajemen Pengetahuan
23 May 2011 Leave a Comment
in Computer Science Tags: Sistem Informasi Manajemen
Pengetahuan merupakan kekuatan yang tidak terlihat yang mendorong keberhasilan suatu perusahaan dengan menyimpan market value yang jauh lebih meyakinkan dari aset-aset yang terlihat. Manajer, konsultan, profesional IT dan pelanggan akhirnya menemukan apa yang membuat organisasi bekerja, yaitu pengetahuan. Inilah yang dicari para market investor ketika mereka memutuskan untuk menaikkan market value perusahaan mereka.
Penemuan besar lain mengenai pergerakan pengetahuan adalah, pengetahuan yang tidak mengalir tidak tumbuh dan akhirnya menua dan menjadi usang dan tidak terpakai. Di sisi lain, pengetahuan yang mengalir, melalui sharing, belajar dan pertukaran, akan menghasilkan pengetahuan baru.
Dengan demikian, pergerakan pengetahuan telah dimasukkan dalam balance sheet dalam bentuk intangible asset yang dihitung sebagai modal intelektual organisasi. Contoh bentuk-bentuk yang intangible diantaranya adalah kemampuan pekerja, struktur internal perusahaan seperti hak paten, model organisasi, konsep organisasi, proses organisasi, sistem administrasi dan infrastruktur IT dan struktur eksternal perusahaan seperti hubungan dengan pemasok dan pelanggan, nama merek, merek dagang, dan reputasi.
Secara sederhana, pergerakan pengetahuan dalam pemikiran organisasional adalah bagaimana menyaring kebiasaan/peraturan yang digunakan oleh investor kedalam teknik dan metodologi tertentu untuk pengauditan pengetahuan organisasi. Pandangan baru ini dapat membantu investor membuat keputusan yang lebih informatif dan sistematik. Lebih dari itu, manajemen pengetahuan dapat membantu para manajer untuk mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan dalam organisasi mereka, dan membangun prioritas yang membuat mereka tumbuh dan berkembang.
Kita harus dapat membedakan antara explicit knowledge dan tacit knowledge. Hal ini dikarenakan pergerakan pengetahuan membawa kesadaran baru bahwa pengetahuan organisasional adalah sesuatu yang menurun dan sukar dipahami, karena berhubungan dengan manusia dimana pengetahuan akan hilang ketika orang tersebut pergi dan sering kali berbeda dengan pengetahuan yang ditangkap berdasarkan rule dan formula tertentu, pengetahuan bisa memiliki bermacam-macam bentuk dan dapat mengalami perubahan bentuk ketika dipindahkan pada pihak lain.
Ecplicit knowledge adalah pengetahuan formal yang dikemas sebagai informasi dan dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen organisasi seperti laporan, petunjuk, paten, gambar, video, suara, perangkat lunak, dan lain-lain.
Tacit knowledge merupakan pengetahuan personal yang menyatu dalam pengalaman individual dan dibagikan dan saling dipertukarkan melalui kontak langsung.
Empat fase berbeda dari siklus hidup pengetahuan diperkenalkan oleh Nonaka dan Takeuci pada Gambar dibawah. Keberadaan tacit knowledge dapat diperluas melalui sosialisasi dan praktek, dan tacit knowledge baru dapat dihasilkan melalui internalisasi explicit knowledge melalui pembelajaran dan pelatihan. Explicit knowledge baru dapat dihasilkan melalui eksternalisasi tacit knowledge, sebagai contoh, melalui aplikasi teknik data mining untuk mengidentifikasi hubungan antar data dalam basis data perusahaan (Borghoff, 1997).
Product LifeCycle
23 May 2011 Leave a Comment
in General
Dalam bukunya, Product Planning Management, William L. Moore (1993) mengatakan bahwa setiap barang yang diluncurkan ke pasar akan menghadapi empat tahapan siklus hidup produk (product lifecycle) yaitu :
1. Tahap pengenalan (Introduction Stage)
Tahap perkenalan berawal ketika produk baru diluncurkan dan membutuhkan waktu untuk menyalurkan produk tersebut ke banyak pasar dan untuk memenuhi jalur distribusi. Dengan demikian, pertumbuhan penjualan cenderung lambat. Dalam tahap ini, laba cenderung rendah atau bahkan rugi. Tahap ini berakhir saat penjualan mulai meningkat drastis.
Buzzell (1992) mengidentifikasi beberapa penyebab lambatnya pertumbuhan dari banyak produk, antara lain proses keterlambatan ekspansi kapasitas produksi, adanya masalah teknis, keterlambatan memperoleh distribusi yang sesuai melalui jalur eceran, dan enggannya konsumen untuk mengubah perilaku yang sudah ada.
2. Tahap Pertumbuhan (Growth Stage)
Tahap pertumbuhan ditandai dengan peningkatan penjualan secara cepat untuk memenuhi jalur distribusi. Penjualan tumbuh pesat, disebabkan oleh penurunan rasio promosi penjualan. Konsumen mau membeli ulang barang tersebut. Para pemakai awal menyukai produk, dan mayoritas konsumen tingkat menengah mulai membeli produk.
Harga tetap atau jatuh sedikit ketika permintaan meningkat agak cepat. Perusahaan menjaga pengeluaran-pengeluaran promosinya pada tingkat yang sama atau meningkat sedikit untuk menghadapi persaingan, karena para pesaing baru mulai memasuki pasar dan untuk mempelajari pasar.
Tingkat pertumbuhan akhirnya berubah dari satu tingkat akselerasi (peningkatan yang semakin cepat) menjadi tingkat deselerasi (peningkatan yang semakin lambat). Perusahaan harus mengawasi akibat dari tingkat deselerasi ini untuk strategi baru.
3. Tahap kedewasaan (Maturity Stage)
Tahap yang ditandai dengan angka penjualan yang cukup tinggi dan stabil dan diakhiri saat terjadi penurunan penjualan secara konstan. Tahap ini biasanya berakhir lebih lama dari tahap sebelumnya. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dalam siklus hidup.
Tahap kedewasaan akan terbagi menjadi tiga fase, yaitu :
- Fase pertama, kedewasaan pertumbuhan, dimana tingkat pertumbuhan mulai menurun. Tidak ada saluran distribusi baru yang harus diisi, meskipun beberapa pembeli masih memasuki pasar.
- Fase kedua adalah kedewasaan yang stabil, penjualan atas dasar per kapita akan mulai mengecil karena kejenuhan pertumbuhan pasar. Sebagian pembeli potensial telah mencoba produk, dan masa depan penjualan ditentukan oleh pertumbuhan penduduk dan permintaan pengganti.
- Pada fase ketiga merupakan kedewasaan yang semakin berkurang, tingkat penjualan absolut mulai berkurang, dan konsumen mulai beralih ke produk baru atau produk pengganti.
Kelambatan tingkat pertumbuhan penjualan akan mengakibatkan kelebihan kapasitas industri. Hal ini akan mengakibatkan persaingan yang semakin ketat. Perusahaan terlibat dalam penetapan diskon atau hadiah. Perusahaan meningkatkan iklan dan promosi perdagangan serta transaksi konsumen. Perusahaan meningkatkan anggaran litbang mereka untuk mengembangkan perbaikan produk serta produk sampingan. Perusahaan membuat perjanjian untuk penyediaan merek-merek pribadi.
4. Tahap penurunan (Decline Stage)
Tahapan ketika penjualan sudah semakin menurun hingga suatu saat menuju titik terendah. Penjualan dapat jatuh hingga nol, atau berada pada suatu tingkat yang rendah. Penurunan penjualan terjadi karena sejumlah alasan, seperti kemajuan teknologi, perubahan selera konsumen, dan persaingan domestik dan internasional yang meningkat. Semuanya akan mengakibatkan kelebihan kapasitas, meningkatkan potongan harga, dan erosi keuntungan.
Pengujian Aplikasi Web
12 Jan 2011 Leave a Comment
in Computer Science Tags: Computer, Software Testing
Aplikasi web (web application/webapp) merupakan suatu aplikasi yang diakses menggunakan penjelajah web melalui suatu jaringan seperti internet atau intranet. Aplikasi web merupakan suatu aplikasi perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa yang didukung web browser (HTML, JavaScript, AJAX, Java) dan bergantung pada web browser tersebut untuk menampilkan aplikasi. Aplikasi web menjadi populer karena kemudahan tersedianya aplikasi klien untuk mengaksesnya, penjelajah web, yang kadang disebut sebagai suatu thin client (klien tipis). Kemampuan untuk memperbarui dan memelihara aplikasi web tanpa harus mendistribusikan dan menginstalasi perangkat lunak pada ribuan komputer klien merupakan alasan kunci popularitasnya. Aplikasi web yang umum misalnya webmail, online retail sales, online auctions, wikis, papan diskusi, dan weblog.
Pengujian adalah kegiatan dilakukan untuk mengevaluasi kualitas suatu produk dan untuk meningkatkan dengan mengidentifikasi cacat dan masalah. Jika kita menjalankan program dengan maksud untuk menemukan kesalahan (Myers,1979). Metode dan pengujian sistematis dari aplikasi Web adalah tindakan penting yang diberikan penekanan khusus dalam jaminan kualitas. Pengujian aplikasi Web melampaui pengujian sistem perangkat lunak tradisional. Meskipun persyaratan yang sama berlaku untuk kebenaran teknis dari aplikasi, penggunaan Web aplikasi dengan kelompok pengguna heterogen pada sejumlah besar platform mengarah ke pengujian khusus persyaratan. Hal ini sulit untuk memperkirakan jumlah pengguna untuk aplikasi Web. Faktor penting lainnya untuk keberhasilan aplikasi Web misalnya, kegunaan, ketersediaan, browser kompatibilitas, keamanan, aktualitas, dan efisiensi, juga harus diperhitungkan dalam tes awal.
Strategi Pengujian
Menurut tahap pembangunan yang berbeda di mana dapat menghasilkan hasil yang diuji, mengidentifikasi tingkat uji untuk memfasilitasi pengujian hasil ini antara lain :
- Tes Unit : menguji unit terkecil yang dapat diuji (kelas, halaman Web, dll), tidak tergantung pada Unit pengujian yang telah dilakukan oleh pengembang selama implementasi.
- Tes Integrasi: mengevaluasi interaksi antara unit yang berbeda dan terpisah diuji oleh mereka yang telah terintegrasi.
- Tes Sistem: menguji kesempurnaan, perpaduan sistem.
- Tes Penerimaan: mengevaluasi sistem kerja sama dengan atau di bawah naungan klien dalam suatu lingkungan yang berasal paling dekat dengan lingkungan produksi.
- Tes Beta : biarkan pengguna yang bersahabat bekerja dengan produk versi awal dengan tujuan untuk memberikan umpan balik awal.
Poin-poin berikut menguraikan spesifik yang paling penting dan tantangan dalam pengujian aplikasi web berdasarkan karakteristik aplikasi :
- Kesalahan “isi” sering ditemukan hanya dengan manual mahal atau tindakan organisasi, misalnya, oleh proofreading.
- Ketika pengujian struktur hypertext, kita harus memastikan bahwa halaman terhubung dengan benar. Selain itu, semua link harus menunjuk ke halaman yang sudah ada.
- Besarnya perangkat dan karakteristik yang berbeda (multi-platform) merupakan tantangan lain.
- Tantangan utama adalah untuk saling mengenal ketergantungan budaya. Misalnya, membaca pesanan dalam budaya yang berbeda (misalnya, Arab, Cina) menyiratkan perlunya navigasi tertentu di browser.
- Aplikasi Web terdiri dari sejumlah komponen perangkat lunak yang berbeda (misalnya, web server, database, middleware) dan sistem terintegrasi (misalnya, sistem ERP, sistem manajemen konten), yang sering disediakan oleh vendor yang berbeda, dan dilaksanakan dengan teknologi yang berbeda.
Teknik dan Metode Pengujian
- Pengujian Link
Untuk menguji penge-link-an halaman yang benar (pemeriksaan link), semua link yang sistematis diikuti dimulai pada sebuah halaman awal, dan kemudian dikelompokkan dalam grafik link (peta situs).
- Pengujian Browser
Selama pengujian ini, seseorang harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apakah aplikasi Web dikelola dengan benar, atau bisa menyatakan tidak konsisten terjadi ketika menavigasi langsung ke halaman, misalnya, dengan menggunakan browser tombol “Back”?
- Dapatkah sebuah halaman Web (yang dihasilkan secara dinamis) akan bookmarked selama transaksi, dan dapatkah pengguna menavigasi ke halaman selanjutnya tanpa harus memasukkan nama pengguna dan password untuk login?
- Bagaimana aplikasi Web bereaksi ketika browser memiliki cookies atau bahasa script dinonaktifkan?
- Pengujian kegunaan
Mengevaluasi kemudahan desain Web yang berbeda, tata letak keseluruhan, dan navigasi dari aplikasi Web oleh satu set pengguna yang representatif.
- beban, stres, dan Pengujian kontinyu
- Sebuah load test memeriksa apakah sistem memenuhi waktu respon yang dibutuhkan dan seluruh kebutuhan.
- Sebuah tes stres memeriksa apakah sistem bereaksi dengan cara yang dikontrol dalam “situasi stres” atau tidak.
- Pengujian terus menerus berarti bahwa sistem tersebut dilakukan selama periode waktu yang panjang untuk menemukan “membahayakan” kesalahan.
- Pengujian Keamanan
- Kerahasiaan: Siapa yang dapat mengakses data, mengubah, dan menghapus data?
- Otorisasi: Bagaimana dan di mana hak akses dikelola? Apakah data dienkripsi semua?Bagaimana data dienkripsi?
- Otentikasi: Bagaimana otentikasi pengguna atau server sendiri?
- Akuntabilitas: Bagaimana mengakses login?
- Integritas: Bagaimana informasi yang dilindungi dari yang berubah selama transmisi?
- Pengembangan Tes-driven
Sesuai namanya, pengembangan test-driven didorong oleh (otomatis) tes, yang dibuat sebelum coding. Baru ditulis kode jika tes gagal dibuat sebelumnya, yaitu pengembang harus menulis tes sebelum mereka melanjutkan ke pelaksanaan (refactoring).
SCM
21 Nov 2010 Leave a Comment
in Computer Science Tags: Computer, e-commerce
Ini hanya salah satu contoh Supply Chain Management
Business Process
- Customer melakukan order kain ( memilih jenis kain, menentukan jumlah pesanan ) dan mengisi keterangan lain ( pembayaran, alamat, dll ) melalui sistem SCM. Customer mendapatkan informasi harga total dan lama maksimal dari pengiriman.
- Customer melakukan pembayaran sejumlah harga pesanan + shipping ( via bank ) dan mendapatkan konfirmasi dari bank.
- Customer melakukan konfirmasi pembayaran kepada sistem SCM.
- Sistem SCM ( Administrator Sistem ) mengecek pembayaran ( via e-banking ).
- Sistem SCM membroadcast pesanan customer kepada seluruh supplier ( untuk studi kasus, sample : 2 supplier).
- Supplier mengirimkan informasi ( harga, lama maksimal ) mengenai pesanan tersebut kepada Sistem SCM.
- Sistem SCM ( Administrator Sistem ) memilih supplier untuk memenuhi pesanan tersebut ( order fulfillment ).
- Sistem SCM mengirimkan konfirmasi kepada supplier terpilih.
- Sistem SCM mengirimkan informasi order ( jenis barang, supplier & lokasinya, alamat pengiriman ) kepada pihak Shipping ( pengiriman ).
- Pihak Shipping mengambil pesanan langsung dari supplier yang bersangkutan.
- Pihak Shipping mengirimkan pesanan ke Customer.
- Pihak Shipping mengirimkan konfirmasi ke Sistem SCM.
Jurnal harian Robert Hooke
01 Jul 2010 3 Comments
===============================================================================
Ego yang mengalahkan kejujuran karena tinggi intelegensi dan tinggi hati.
SQA
25 Apr 2010 2 Comments
in Computer Science Tags: Computer
Ni tugas SQA (Software Quality Assurance / Jaminan Mutu Perangkat Lunak) tentang SQ-Factor. Kenapa SQA ? Karena menarik. TI ga melulu tentang algoritma, coding, ato apalah. Karena ini menyangkut masalah management dikit2, atau banyak2, jadi ni bukan ilmu pakem. Ada banyak versi, yang ni versiku dan seorang temanku.
Crawler
09 Jan 2010 2 Comments
in Computer Science Tags: Computer
Yang ini juga tugas kuliah, nama mata kuliahnya “kapita selekta”. Mata kuliah ini dibagi menjadi 4 bagian yaitu, Data mining, Information retrieval, Information filtering dan E-commerce. File kali ini merupakan bagian dari information retrieval, lebih tepatnya lagi tentang crawler . File ini tidak menjelaskan apa itu crawler, search engine atau pengertian-pengertian maupun penjelasan mengenai hal tersebut (karena sudah banyak). File ini merupakan algoritma yang saya pakai pada crawler yang saya buat sebagai tugas besar yang sangat berat, tetapi jadi juga, meskipun tidak sempurna. Maklum, buatan saya tidak seperti master-master teknik informatika yang sesungguhnya. Hehehe
Algoritma El-Gamal
09 Jan 2010 Leave a Comment
in Computer Science Tags: Computer
Algoritma El Gamal merupakan salah satu algoritma kriptografi asimetri. Ingin tahu lebih lanjut, silakan klik Algoritma ElGamal . Mohon maaf apabila kurang bagus, namanya juga buatan mahasiswa. Saya juga masih belajar, dan saya kejatah bagian ini untuk tugas akhir mata kuliah kriptografi.


